Invominder Blog Coba gratis
  1. Beranda
  2. Blog
  3. Panduan

Pengingat Pembayaran Otomatis WhatsApp: Cara & Jadwalnya

Cara mengatur pengingat pembayaran otomatis WhatsApp untuk invoice: jadwal H-3 sampai H+7, jam kirim yang aman, izin pelanggan, dan apa yang harus ada di pesan.

Vincent5 menit baca
Jadwal pengingat H-3, H, H+3, H+7 dan pesan WhatsApp penagihan yang berujung Lunas

Jawaban singkat

Pengingat pembayaran otomatis WhatsApp bekerja dengan jadwal tetap yang terpasang pada tanggal jatuh tempo invoice: misalnya 3 hari sebelumnya (H-3), di hari jatuh tempo (H), lalu H+3 dan H+7. Setiap pesan memuat nama usaha, nomor invoice, nominal, dan tautan bayar, dikirim di jam kerja, dan berhenti sendiri begitu invoice lunas. Pastikan pelanggan sudah setuju menerima pesan dari usahamu.

Menagih satu pelanggan lewat WhatsApp itu mudah. Menagih tiga puluh pelanggan dengan tanggal jatuh tempo yang berbeda-beda, setiap bulan, adalah pekerjaan paruh waktu yang diam-diam menghabiskan jam kerjamu. Di titik itulah pengingat pembayaran otomatis WhatsApp mulai masuk akal.

Panduan ini menjelaskan cara kerjanya, jadwal yang umum dipakai, isi pesan yang membuat pelanggan benar-benar membayar, dan hal-hal yang perlu disiapkan supaya pengingatnya tidak terasa seperti spam.

Kenapa pengingat otomatis membantu

Kebanyakan pembayaran telat bukan karena pelanggan menolak membayar. Penyebabnya lebih sering sepele: lupa, invoice tenggelam di antara chat lain, atau mereka belum tahu cara membayarnya. Ketiganya selesai dengan satu pesan yang datang di waktu yang tepat.

Masalahnya ada di sisi penjual. Pengingat manual bergantung pada ingatanmu, dan ingatan paling sering gagal saat kamu sedang sibuk melayani pesanan. Pelanggan yang terlambat dua hari hari ini baru kamu ingat seminggu lagi.

Pengingat otomatis memindahkan beban itu ke jadwal. Kamu menentukan aturannya sekali, dan setiap invoice baru ikut aturan yang sama.

Jadwal pengingat yang umum dipakai

Empat titik waktu cukup untuk sebagian besar invoice:

Waktu Tujuan Nada
H-3 Memberi tahu bahwa tagihan segera jatuh tempo Ringan, informatif
H (hari jatuh tempo) Menyebut bahwa hari ini batas bayarnya Jelas dan ramah
H+3 Menanyakan apakah ada kendala Lugas, peduli
H+7 Pengingat otomatis terakhir Tegas, tetap sopan

Setelah H+7, hentikan pesan otomatis. Pelanggan yang belum membayar pada titik ini perlu didekati langsung lewat telepon atau percakapan pribadi. Pembahasannya ada di cara menagih pelanggan yang telat bayar.

Kamu bisa menambah atau mengurangi tahap. Dua sampai empat pesan per invoice adalah kisaran yang wajar. Lebih dari itu, pelanggan mulai merasa dikejar, dan balasannya justru makin jarang.

Isi pesan yang membuat pelanggan membayar

Pengingat otomatis tetap harus terasa seperti pesan dari manusia. Setiap pesan sebaiknya memuat:

  • Nama pelanggan, supaya tidak terkesan siaran massal.
  • Nama usahamu, supaya pelanggan langsung tahu siapa yang menulis.
  • Nomor invoice dan nominal lengkap, misalnya Rp1.250.000.
  • Tanggal jatuh tempo.
  • Tautan atau cara bayar yang bisa langsung dipakai.
  • Satu kalimat yang memberi jalan keluar: jika sudah membayar, abaikan pesan ini.

Contoh untuk tahap H-3:

Pengingat H-3

Halo [Nama], ini [Nama Usaha]. Invoice [Nomor Invoice] sebesar [Nominal] akan jatuh tempo pada [Tanggal].

Pembayaran bisa dilakukan lewat tautan ini: [Tautan Pembayaran]

Jika sudah membayar, abaikan pesan ini. Terima kasih!

Dan untuk tahap H+3, ketika tagihan sudah lewat:

Pengingat H+3

Halo [Nama], kami belum menerima pembayaran invoice [Nomor Invoice] sebesar [Nominal] yang jatuh tempo pada [Tanggal].

Apakah ada kendala? Kalau ada yang perlu dibantu, kabari kami ya. Tautan pembayaran: [Tautan Pembayaran]

Contoh lengkap untuk tahap lain ada di contoh pesan menagih pembayaran via WhatsApp.

Kapan sebaiknya pesan dikirim

Jam kirim menentukan apakah pesanmu dibaca atau diabaikan.

  • Pagi sampai siang di jam kerja. Sekitar pukul 09.00 waktu pelanggan adalah pilihan yang umum.
  • Hindari malam hari. Pesan tagihan yang masuk pukul sebelas malam terasa mengganggu, apa pun isinya.
  • Perhatikan zona waktu pelanggan. Jika usahamu melayani pelanggan di WIB, WITA, dan WIT, pukul 09.00 di Jakarta sudah lewat siang di Papua.
  • Jangan menumpuk. Kalau satu tahap terlewat, misalnya karena sistem mati, jangan mengirim dua pengingat sekaligus keesokan harinya.

Izin pelanggan itu penting

Mengirim pesan penagihan ke nomor yang belum pernah setuju menerimanya bisa membuat nomor pengirim dilaporkan sebagai spam. Itu merugikan kamu sendiri, karena pesan berikutnya makin sulit sampai.

Cara paling sederhana adalah meminta persetujuan saat pelanggan pertama kali berurusan denganmu, misalnya di formulir pesanan atau saat menyepakati harga: "Boleh kami kirimkan invoice dan pengingat pembayaran lewat WhatsApp ke nomor ini?" Simpan jawabannya, dan hormati pelanggan yang menolak.

Manual atau otomatis: mana yang cocok

Situasi Yang lebih cocok
Kurang dari 5 invoice per bulan Manual, dengan template yang disimpan
5 sampai 20 invoice, jatuh tempo bervariasi Otomatis akan mulai terasa menghemat waktu
Lebih dari 20 invoice, atau ada tagihan berulang Otomatis hampir selalu lebih rapi

Angka di atas hanya patokan kasar. Yang lebih menentukan adalah seberapa sering kamu lupa menagih.

Mengatur pengingat otomatis di Invominder

Invominder mengirim pengingat WhatsApp pada H-3, H, H+3, dan H+7 pukul 09.00 waktu setempat pelanggan, dengan jam tenang 21.00 sampai 08.00. Tautan pembayaran ikut di setiap pesan, dan pengiriman berhenti sendiri begitu invoice lunas. Pengingat hanya dikirim ke pelanggan yang sudah memberi izin, dan tahap yang sudah terlewat tidak dikirim sekaligus.

Pesan dikirim dari nomor pengirim bersama Invominder dan mencantumkan nama usahamu. Setiap pesan memakai kredit WhatsApp, jadi jumlah tahap yang kamu aktifkan memengaruhi berapa invoice yang tercakup dalam satu bulan. Ada trial gratis untuk mencoba alurnya sebelum kamu berlangganan.

Daftar periksa sebelum mengaktifkan

  1. Pelanggan sudah setuju menerima pesan WhatsApp dari usahamu.
  2. Nomor WhatsApp pelanggan tercatat benar dan memakai kode negara.
  3. Setiap invoice punya tanggal jatuh tempo dan tautan atau cara bayar yang jelas.
  4. Kamu sudah memutuskan berapa tahap pengingat yang dikirim, dan apa yang terjadi setelah tahap terakhir.
  5. Ada orang yang memantau balasan pelanggan. Pengingat otomatis sering memancing balasan seperti "sudah transfer kemarin", dan balasan itu perlu dijawab.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah pengingat otomatis WhatsApp terasa memaksa bagi pelanggan?

Tidak, selama jumlahnya wajar, isinya sopan, dan dikirim di jam kerja. Pelanggan lebih terganggu oleh tagihan yang datang tiba-tiba dan nadanya keras daripada oleh pengingat ramah yang datang tiga hari sebelum jatuh tempo.

Berapa kali pengingat sebaiknya dikirim?

Dua sampai empat kali per invoice cukup untuk sebagian besar usaha: sebelum jatuh tempo, di hari jatuh tempo, dan satu atau dua kali setelahnya. Setelah itu, hubungi pelanggan langsung.

Apakah pengingat berhenti kalau pelanggan sudah membayar?

Pengingat yang baik berhenti begitu pembayaran tercatat. Pastikan alat yang kamu pakai mengaitkan pembayaran dengan invoice, supaya pelanggan yang sudah lunas tidak menerima pesan tagihan.

Perlukah izin pelanggan sebelum mengirim pengingat?

Ya. Minta persetujuan sejak awal hubungan bisnis. Itu melindungi nomor pengirimmu dan menjaga hubungan dengan pelanggan.