Jawaban singkat
Pesan tagihan yang sopan dan efektif berisi empat hal: sapaan dengan nama pelanggan, nomor invoice dan nominal yang jelas, tanggal jatuh tempo, serta cara bayar yang bisa langsung diklik. Kirim bertahap, misalnya 3 hari sebelum jatuh tempo (H-3), di hari jatuh tempo (H), lalu 3 dan 7 hari setelahnya (H+3, H+7), dengan nada yang tetap ramah di setiap tahap.
Daftar isi
- Kenapa cara menagih lewat WhatsApp perlu diatur
- Isi wajib dalam setiap pesan tagihan
- Contoh pesan H-3: sebelum jatuh tempo
- Contoh pesan H: di hari jatuh tempo
- Contoh pesan H+3: sudah lewat jatuh tempo
- Contoh pesan H+7: pengingat terakhir
- Contoh pesan lain yang sering dibutuhkan
- Hal yang sebaiknya dihindari
- Mengirim pengingat ini secara otomatis
- Pertanyaan yang sering diajukan
Kenapa cara menagih lewat WhatsApp perlu diatur
Di Indonesia, WhatsApp adalah saluran yang paling cepat dibaca pelanggan. Justru karena terasa personal, pesan tagihan yang terlalu mendesak mudah dianggap tidak sopan, sementara pesan yang terlalu basa-basi sering tidak ditanggapi.
Kuncinya adalah pesan yang singkat, jelas, dan memudahkan pelanggan membayar. Kebanyakan pelanggan yang telat bayar bukan berniat menghindar, tetapi lupa, sibuk, atau belum tahu cara bayarnya. Pesan yang baik menghilangkan semua alasan itu.
Isi wajib dalam setiap pesan tagihan
- Sapaan dengan nama pelanggan, bukan “Bapak/Ibu” saja.
- Nama usahamu, supaya pelanggan langsung tahu siapa yang menagih.
- Nomor invoice dan nominal yang ditagih, ditulis lengkap (misalnya Rp3.250.000).
- Tanggal jatuh tempo.
- Tautan atau instruksi pembayaran yang bisa langsung dipakai.
- Jalan keluar jika pelanggan sudah membayar atau merasa tagihannya keliru.
Contoh pesan H-3: sebelum jatuh tempo
Pengingat pertama sifatnya memberi tahu, bukan menagih. Nadanya ringan dan tidak perlu meminta maaf.
Halo [Nama], semoga harimu lancar. Kami dari [Nama Usaha] ingin mengingatkan bahwa invoice [Nomor Invoice] sebesar [Nominal] akan jatuh tempo pada [Tanggal]. Pembayaran bisa dilakukan lewat tautan ini: [Tautan Pembayaran] Terima kasih!
Contoh pesan H: di hari jatuh tempo
Di hari jatuh tempo, sampaikan dengan jelas bahwa hari ini batasnya, dan beri pilihan kalau pelanggan ternyata sudah membayar.
Halo [Nama], invoice [Nomor Invoice] dari [Nama Usaha] sebesar [Nominal] jatuh tempo hari ini. Silakan bayar lewat tautan berikut: [Tautan Pembayaran] Jika sudah membayar, mohon abaikan pesan ini atau kirimkan bukti transfernya agar bisa kami cek. Terima kasih.
Contoh pesan H+3: sudah lewat jatuh tempo
Setelah lewat jatuh tempo, tetap sopan tetapi lebih lugas. Tawarkan bantuan, karena bisa jadi ada kendala di sisi pelanggan.
Halo [Nama], kami belum menerima pembayaran untuk invoice [Nomor Invoice] sebesar [Nominal] yang jatuh tempo pada [Tanggal]. Apakah ada kendala? Kalau ada yang perlu kami bantu atau ada bagian tagihan yang kurang sesuai, silakan kabari kami. Tautan pembayaran: [Tautan Pembayaran]
Contoh pesan H+7: pengingat terakhir
Pengingat terakhir menyatakan dengan jelas bahwa ini pesan otomatis terakhir, lalu arahkan ke langkah berikutnya, misalnya dihubungi langsung oleh pemilik usaha.
Halo [Nama], ini pengingat terakhir untuk invoice [Nomor Invoice] sebesar [Nominal] yang sudah lewat jatuh tempo sejak [Tanggal]. Mohon selesaikan pembayaran lewat [Tautan Pembayaran]. Setelah ini, tim kami akan menghubungi Anda langsung untuk membahas penyelesaiannya. Terima kasih atas perhatiannya.
Contoh pesan lain yang sering dibutuhkan
Halo [Nama], terima kasih sudah mempercayakan pesanan kepada [Nama Usaha]. Untuk mulai kami kerjakan, mohon lakukan pembayaran DP sebesar [Nominal DP] paling lambat [Tanggal]. Tautan pembayaran: [Tautan Pembayaran]
Halo [Nama], terima kasih infonya. Kami sedang mengecek dan belum menemukan dana masuk untuk invoice [Nomor Invoice]. Boleh kirimkan bukti transfernya, termasuk nama bank pengirim dan jam transfer? Setelah dana terkonfirmasi, kami akan segera mengabari.
Halo [Nama], pembayaran untuk invoice [Nomor Invoice] sebesar [Nominal] sudah kami terima. Terima kasih banyak, senang bisa bekerja sama!
Hal yang sebaiknya dihindari
- Menagih di luar jam wajar. Pesan tengah malam terasa mengganggu dan mudah diabaikan. Kirim di pagi atau siang hari.
- Nada mengancam atau menyindir. Hubungan dengan pelanggan lebih berharga daripada satu invoice.
- Menyebarkan nama pelanggan yang menunggak di media sosial atau grup. Selain merusak reputasi usahamu, cara ini berisiko hukum.
- Mengirim pesan tanpa nominal dan tautan bayar. Pelanggan jadi harus bertanya dulu, dan pembayaran tertunda lagi.
- Mengirim tagihan otomatis ke nomor yang belum setuju menerima pesan dari usahamu.
Mengirim pengingat ini secara otomatis
Menyalin template satu per satu masih masuk akal untuk beberapa pelanggan. Begitu invoice mulai banyak, pengingat mudah terlewat. Invominder mengirim pengingat WhatsApp pada H-3, H, H+3, dan H+7 secara otomatis pukul 09.00 waktu pelanggan, lengkap dengan tautan pembayaran, dan berhenti sendiri begitu invoice lunas. Pengingat hanya dikirim ke pelanggan yang sudah memberi izin.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana cara menagih pembayaran dengan sopan lewat WhatsApp?
Sapa pelanggan dengan namanya, sebutkan nama usaha, nomor invoice, nominal, dan tanggal jatuh tempo, lalu sertakan tautan pembayaran. Gunakan nada ramah, kirim di jam kerja, dan beri pilihan bagi pelanggan yang sudah membayar untuk mengirim bukti transfer.
Berapa kali sebaiknya mengirim pengingat tagihan?
Tiga sampai empat kali sudah cukup untuk sebagian besar invoice: sebelum jatuh tempo, di hari jatuh tempo, lalu satu atau dua kali setelahnya. Lebih dari itu, sebaiknya hubungi pelanggan langsung lewat telepon.
Jam berapa waktu terbaik mengirim pesan tagihan?
Pagi hari di jam kerja, sekitar pukul 09.00, adalah waktu yang umum dipakai. Hindari mengirim tagihan di malam hari atau hari libur.